Untuk mu…

Hai, bagaimana kabarmu hari ini?

Sudah siapkah menyongsong hari yang panjang?

Setiap pagi pesan singkatmu yang selalu aku tunggu kedatangannya…

Kadang kau akan meninggalkan sekotak susu…

Lalu dihari berikutnya kau meninggalkan sebuah roti…

Aku bertanya-tanya kepada diriku sendiri…

Siapakah dirimu?

 

Pernah suatu pagi…

Aku menanti kedatanganmu secara diam-diam…

Namun kau tetap berhasil meninggalkan sepucuk surat beserta sekotak susu…

Jika kau bisa melihat ekspresiku waktu itu…

Mungkin kau akan tertawa…

 

Kesal…

Karena aku tetap tidak bisa mengetahuimu…

Aku rasa…

Kau sangat dekat denganku…

Namun…

Kenapa aku tidak bisa menemukanmu?

 

Tapi…

Untukmu yang terasa dekat namun tak dapat aku lihat…

Terima kasih…

Aku hargai semua surat darimu…

Kata-kata mu yang indah…

Perhatianmu…

Suatu saat akan ku balas…

Jika aku berhasil menemukanmu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s